Opini Mengenai Keluarnya Wakil Gubernur DKI Jakarta dari Partai

Saya sependapat dengan keputusan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok keluar dari partai Gerindra karena seharusnya memang rakyatlah yang memilih para wakil mereka di DPRD. Dengan lolosnya RUU Pilkada, maka akan mencabut hak suara rakyat. Bukankah dalam demokrasi itu dari rakyat untuk rakyat?. Ahok hanya menjalankan demokrasi itu sendiri dan menghendaki demokrasi dijalankan sepenuhnya atas partisipasi rakyat.

Melihat keberanian Ahok sedikit banyak mata publik dibuat terbuka, meskipun ada pula yang menganggap bahwa sikap Ahok keluar dari Gerindra dianggap mencari sensasi. Tapi hal ini menunjukkan bahwa Ahok menjaga sikap dan membuktikan bahwa tidak semua kader partai tunduk dan patuh pada kebijakan partai yang tidak sejalan dengan hati nurani sekaligus kepentingan rakyat.

Pilkada tidak langsung hanya memuluskan jalan anggota legislatif dengan ambisi busuknya. Suara rakyat menjadi tidak penting lagi karena sudah tertimbun oleh kepentingan-kepentingan partai yang mengusungnya, sehinggan menjadi demokrasi baru “Dari Partai untuk Partai”.

Saya berharap, dengan aksi keberanian Ahok akan bermuculan pemimpin-pemimpin baru yang mau bekerja untuk rakyat, mengedepankan kepentingan rakyat seperti yang pahlawan kita lakukan untuk membebaskan negeri ini dari penjajah yang semata mata hanya untuk kemerdekaan rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s